Judulnya kayak gimana gitu.. tapi sebenarnya ini cuma hal bodoh yang paling aku ingat tentang kebodohan dan kekanak-kanakannya diriku…
Siang itu, matahari tidak begitu menyengat dan suhu udara cukup nyaman dan sesuai untuk tidu siang dengan jendela terbuka… Akan tetapi, jika siang itu adalah siang bersama teman-teman di tempat yang cukup jauh dari rumah… rasanya sayang jika pemuda-pemuda yang bersemangat hanya memilih untuk mengambil bantal dan meletakkan kepala..
Ya… memang tidak terjadi yang demikian bagiku dan teman-teman… Hal yang kami lakukan adalah bersenda gurau dan bermain permainan favorit kami… capsa… Namun, hari itu aku tidak begitu tertarik untuk bermain… karena ada seseorang yang sangat serius membaca sebuah buku hijau hardcover… seseorang yang memang akan selalu kulihat kapanpun bisa kulihat…
Keingintahuanku melonjak ketika togi tidak mau menunjukkan isi buku itu padaku… Mmm… hal yang tidak ada di kamusku… menyerah dalam keingintahuan (baca: penasaran)!!
Oke, aku mengaku bahwa kalian harus lebih hati-hati jika bertemu deganku… Hati-hati meletakkan barang yang kau rahasiakan dariku.. karena tanganku cukup licin… tapi ternyata togi jauh lebih jago dari yang saya kira…
Walaupun dengan berbagai sandiwara dan tangan licin, buku hijau itu tetap tidak bisa kudapatkan… paling banter aku pegang, tapi togi masih menahan dengan kuat! Pertarungan laki-laki!!!
Haaah… sudahlah… aku hendak mengalah… tapi, kupikir akan ada kesempatan yang lebih bagus…
Oke, togi pun masuk ke kamar dan – katanya sih – tidur… Namun, sekali lagi… aku bukanlah orang yang bisa berkata menyerah begitu mudahnya…
NINJA PLAY DIMULAI!!!
Aku yang badannya besar ini (W=10-piiip- kg, H=180cm) dengan tenangnya menyelinap ke dalam balkon kamar togi yang memang berhubungan dengan balkon tempat kami bermain sebelumnya… dengan perlahan, aku masuk ke dalam ruang tv di samping ruang tidur… Kemudian, aku merangkak dan dengan perlahan mendekati ranjang togi, hendak mencuri buku hijau yang asti diletakkan di dekat tubuhnya…
Ketika aku hampir sampai di bawah ranjang, togi menatapku dengan tatapan culasnya…
“Ngapain sih, Di…”
Dalam pikiranku: SIAL! Padahal sedikit lagi!!!
Akupun berdiri dan dengan tertawa garing mengakui apa yang hendak kuperbuat. Togi pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menunjukkan buku hijau itu padaku dan meletakkannya di atas ranjangnya kemudian menidurinya sambil tertawa culas…
Namun, kemudian suatu pernyataan pun keluar dari mulut togi… “Ini buku curhatan adikku…”
Lalu, kupikir… OK… Itu memang cukup konfidensial… tetapi kenapa dia nggak bilang dari awal…
JADI SEMAKIN MENCURIGAKAN!!!
Tapi… ya sudahlah… lagipula… aku tidak mau mengganggu togi yang tampaknya benar-benar mengantuk…
Karena itu juga, akhirnya aku memutuskan untuk tidur di ranjang di samping togi…
Satu jam kemudian, sesuai permintaannya, aku membangunkan togi.. lalu pernyataan lain ia keluarkan kali ini…
“Ini bukunya bang dragon… kalo mao baca… nih…”
Dengan entengnya dia memberikan buku itu padaku?? Jadi selama ini dia cuma ingin main-main denganku?? Mempermainkanku dan mentertawaiku?? HUH!!! Tapi… kupikir… hal-hal seperti inilah yang aku butuhkan! ketika aku bisa melakukan sesuatu hal seperti ini dengan orang yang aku kasihi… hahaha… mulai deh…
Aku memang membaca buku itu dan tidak mengerti… Kata togi, buku itu berisi banyak hal… tetapi tidak satupun aku bisa mengerti… lebih mirip buku curhat…
AAAARRRGHH!!!! AKU TIDAK PERCAYA!!!
Pada akhirnya… buku itu tetap menjadi buku hijau yang misterius…
Tipu dikit, manjur!!
Hahahahaha
Oleh: Partogi on 11 Oktober, 2008
at 12:00 pm
segitu aja peasaran.
apakah engkau tidak prnh u/ mncari apa yang terjadi dalam hatiku?
klo penasaran,hatiku penuh dengan integral putar dari fungsi 3-3Sinx terhadap x dengan x dari 0 sampai 2fi.
hahaha..
msh penasarankan..
Oleh: Saut "SM" Lugol on 25 Oktober, 2008
at 7:44 pm